Monday, May 4, 2009

MERANTAU TRAILER (SD)

Ini trailer film action yang ditunggu-tunggu,MERANTAU 2009

Thursday, March 12, 2009

INDONESIA IS ON THE MOVE

Ayo maju terus INDONESIA kembalikan kejayaan kita

Janji surga saudagar arab ternyata pepesan kosong

Dua pekan lalu Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi dunia Islam. Forum itu dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salah satu tema yang diangkat pertemuan itu ialah bagaimana meningkatkan investasi Timur Tengah. Dan, bagaimana RI bisa mendapatkan bagian USD 4 miliar kue investasi dari negara Arab.

Sesungguhnya tidak ada hal baru dalam forum tersebut karena masalahnya juga tetap. Yakni, keringnya invetasi Arab di dunia Islam, khususnya Indonesia.

Dengan kata lain, uang Arab tetap enggan masuk. Ibarat telur, investasi Arab tetap tidak menetas di bumi RI. Janji investasi Arab hanya omong kosong belaka. Kita sudah sangat cinta dengan Arab, tapi cinta kita bertepuk sebelah tangan. Marilah kita ungkap fakta dan realita yang ada. Dalam urusan Palestina, negara dan bangsa Indonesia selalu berada dalam barisan terdepan. Contoh waktu serang brutal Israel ke Gaza beberapa bulan lalu, ratusan ribu orang berdemo di Jakarta.

Demikian pula waktu terjadi perang antara Israel lawan Hizbollah, masyarakat juga berdemo menunjukkan dukungan untuk Arab. Padahal,di kuwait tempat saya tinggal, suasana tenang-tenang saja. Tidak ada demo, tidak ada ajakan mendukung Hizbullah.

Bahkan, saat terjadi serangan Israel ke Hamas lalu, polisi Palestina di Ramallah malah menangkapi demonstran yang mendukung Hamas di Gaza.

Dalam hubungan diplomasi, tercatat dari Presiden Soeharto sampai SBY atau bahkan wakil presiden sudah berkujung ke negara Timur Tengah. Libya, Saudi Arabia, Mesir, dan UAE termasuk negara yang paling sering dikunjungi kepala negara kita.

Namun, dalam catatan diplomatik kita, ternyata Kol Moammar Qaththafi belum pernah sekalipun ke Jakarta. Juga raja Arab Saudi yang tercatat pernah ke Indonesia ialah Raja Faisal pada 1974, sedangkan Presiden Mubarak ke Indnesia kali terakhir pada 1983.



Hubungan ekonomi tampaknya juga kurang menggembirakan. Sudah banyak saudagar Arab dan juga pejabat tinggi negara Arab menjanjikan investasi atau bantuan ekonomi, tapi umumnya realisasinya rendah.

Dalam hubungan pariwisata, sangat sedikit turis Arab ke Indonesia, padahal negeri jiran Malaysia sekarang kebanjiran turis Timur Tengah. Bahkan, Bangkok yang mayoritas Buddha pun kebanjiran turis Arab.

Memang tampaknya kita yang merasa diri dianggap penting, padahal pihak Arab sama sekali memandang sebelah mata. Jamaah haji perempuan kita sering disebut dengan cara melecehkan "Siti Romlah", sedangkan para tenaga kerja wanita (TKW) kita banyak yang mendapat perlakuan kejam tanpa perlindungan hukum memadai.

Investasi Arab nyatanya tetap tertinggi di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Pangeran Al-Walid, orang paling kaya nomor empat di dunia, pun lebih senang menanam saham di as meski sekarang bisnisnya guncang akibat krisis keuangan di AS.

Kasus pepesan kosong dari Arab bisa dilihat di Jakarta dalam monumen tiang pancang monorel yang membikin macet jalanan ibu kota. Ketika tiang tersebut diresmikan Presiden Megawati atas gagasan Gubernur Sutiyoso (waktu itu), gencar diberitakan akan dapat dana pinjaman Arab USD 500 juta. Sampai lima tahun setelah tiang pertama dibangun, satu dolar pun uang Arab tidak ada yang dicairkan.

Memang, sebenarnya, kalau sudah menyangkut harta, tidak ada soal solidaritas Islam. Yang ada adalah keamanan kekayaan Arab.




Dengan demikian, sangat jelas dari dulu Timur Tengah hanya memberikan harapan hampa. Kawasan itu merupakan fatamorgana yang hanya indah dalam bayangan dan harapan Karena itu, perlu rasional dalam melihat ketimpangan hubungan RI-Arab. Sebaiknya RI lebih terintegrasi dengan kawasan Asia Pasifik daripada menunggu pepesan kosong dari negara Arab. Kita akan semakin menderita dengan cinta tak berbalas dari negara-negara Arab.

Wednesday, March 4, 2009

Americans are NOT stupid

Ternyata pengetahuan umum amerikan parah sekali ya

Sunday, March 1, 2009

LEMURIA JAYA,INDONESIA JAYA

"Ada banyak versi tentang Atlantis, Edgar Cayce bilang
bahwa Lemuria itu nama benuanya, dan Atlantis itu nama
negaranya (diperkirakan eksis 24.000 - 10.000 SM.)
Negara Atlantis itu terbagi dalam beberapa daerah
atau pulau atau kalau sekarang istilahnya mungkin
provinsi atau negara bagian. Daerah kekuasaan
Atlantis terbentang dari sebelah barat Amerika
sekarang sampai ke Indonesia. Atlantis menurut
para ahli terkena bencana alam besar paling
sedikit 3 kali sehingga menenggelamkan negara itu.
Jadi, kemungkinan besar Atlantis itu tenggelam
tidak sekaligus, tetapi perlahan-lahan, dan
terakhir yang meluluh lantakkan negara itu terjadi
sekitar tahun 10.000 SM. Pada masa itu es di kutub
mencair dan menenggelamkan negara itu.
Terjadi banjir besar yang dahsyat, dan penduduk
Atlantis pun mengungsi ke dataran-dataran yang
lebih tinggi yang tidak tenggelam oleh bencana
tersebut. Itulah sebabnya di beberapa kebudayaan
mulai dari timur sampai barat, terdapat mitos-mitos
yang sejenis dengan kisah perahu Nabi Nuh.
Kemungkinan besar karena memang mereka
berasal dari satu kebudayaan dan tempat yang
sama. Mereka mengungsi ke daerah yang
sekarang kita kenal dengan Amerika, India,
Eropa, Australia, Cina, dan Timur Tengah.
Mereka membawa ilmu pengetahuan-teknologi dan
kebudayaan Atlantis ke daerah yang baru."

Di kalangan para Spiritualis, termasuk Madame
Blavitszki -- pendiri Teosofi -- yang mengklaim
bahwa ajarannya berasal dari seorang "bijak"
berasal dari benua Lemuria di India, Atlantis ini
lebih dikenal dengan nama benuanya, yaitu
Lemuria. Di dalam kebudayaan Lemuria,
spiritualitasnya didasari oleh sifat feminin,
atau mereka lebih memuja para dewi sebagai
simbol energi feminin, ketimbang memuja
para dewa sebagai simbol energi maskulin.
Hal ini cocok dengan spiritulitas di Indonesia
yang pada dasarnya memuja dewi atau energi
feminin, seperti Dwi Sri dan Nyi Roro Kidul
(di Jawa) atau Bunda Kanduang (di Sumatera
Barat, Bunda Kanduang dianggap sebagai
simbol dari nilai-nilai moral dan Ketuhanan).
Bahkan di Aceh pada masa lalu yang dikenal
sebagai Serambi Mekkah pernah dipimpin 4 kali
oleh Sultana (raja perempuan) sebelum masuk
pengaruh kebudayaan dari Arab Saudi yang
sangat maskulin. Sebelum itu di kerajaan
Kalingga, di daerah Jawa Barat sekarang,
pernah dipimpin oleh Ratu Sima yang terkenal
sangat bijak dan adil. Di dalam kebudayaan
lain, kita sangat jarang mendengar bahwa
penguasa tertinggi (baik spiritual atau
politik adalah perempuan), kecuali
di daerah yang sekarang disebut sebagai
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah masa Atlantis (Lemuria) ada 5 ras
yang berkuasa, yaitu: kulit kuning,
merah, coklat, hitam, dan pucat. Pada
masa itu kebudayaan yang menonjol
adalah kulit merah, jadi kemungkinan
besar kebudayaan Indian/Aztec/Maya
juga berasal dari Atlantis.
Tetapi, kemudian kebudayaan itu
terkebelakang dan selanjutnya kebudayaan
kulit hitam/coklat di India yang mulai
menguasai dunia. Inilah kemungkinan
besar jaman kejayaan yang kemudian dikenal
menjadi Epos Ramayana (7000 tahun lalu)
dan Epos Mahabarata (5000 tahun lalu).
Tetapi, kemudian kebudayaan ini pun hancur
setelah terjadi perang Baratayuda yang
amat dahsyat itu, kemungkinan perang itu
menggunakan teknologi laser dan nuklir
(sisa radiasi nuklir di daerah yang diduga
sebagai padang Kurusetra sampai saat
ini masih bisa dideteksi cukup kuat).
Selanjutnya, kebudayaan itu mulai
menyebar ke mesir, mesopotamia (timur
tengah), cina, hingga ke masa sekarang.
Kemungkinan besar setelah perang
Baratayuda yang meluluhlantakkan
peradaban di dunia waktu itu,
ilmu pengetahuan dan teknologi (baik
spiritual maupun material) tak lagi
disebarkan secara luas, tetapi tersimpan
hanya pada sebagian kecil kelompok
esoteris yang ada di Mesir, India Selatan,
Tibet, Cina, Indonesia (khususnya Jawa)
dan Yahudi. Ilmu Rahasia ini sering
disebut sebagai "Alkimia", yaitu ilmu
yang bisa mengubah tembaga menjadi
emas (ini hanyalah simbol yang
hendak mengungkapkan betapa
berharganya ilmu ini, namun juga
sangat berbahaya jika manusia
tidak mengimbanginya dengan
kebijakan spiritual)

Kelompok-kelompok Esoteris ini mulai
menyadari bahwa mengembangkan
ilmu pengetahuan dan teknologi
saja, tanpa mengembangkan kebajikan
spiritual, akan sangat berbahaya bagi
peradaban dunia. Itulah sebabnya
kelompok-kelompok Esoteris ini
memulai kerjanya dengan
mengembangkan ilmu spiritual
seperti tantra, yoga, dan meditasi
(tentu saja dengan berbagai versi)
untuk meningkatkan Kesadaran
dan menumbuhkan Kasih dalam
diri manusia. Ajaran-ajaran
spiritual inilah yang kemudian
menjadi dasar dari berbagai agama
di dunia. Sedangkan ilmu pengetahuan
dan teknologi disimpan dahulu dan
hanya diajarkan kepada orang-orang
yang dianggap telah mampu
mengembangkan Kesadaran dan Kasih
dalam dirinya.Tetapi, manusia memang
mahluk paling ironik dari berbagai
spesies yang ada di bumi. Berabad
kemudian, ilmu spiritual ini justru
berkembang menjadi agama formal
yang bahkan menjadi kekuatan politik.
Agama justru berkembang menjadi
pusat konflik dan pertikaian di mana-
mana. Sungguh ironik, ilmu yang tadinya
dimaksudkan untuk mencegah konflik,
justru menjadi pusat konflik selama
berabad-abad. Tapi, itu bukan salah
dari agama, tetapi para pengikut ajaran
agama itulah yang tidak siap untuk
memasuki inti agama: spiritualitas.

Pada masa abad pertengahan di Eropa,
masa Aufklarung dan Renaissance,
kelompok-kelompok Esoteris ini mulai
bergerak lagi. Kali ini mereka mulai
menggunakan media yang satunya lagi
-- ilmu pengetahuan dan teknologi --
untuk mengantisipasi perkembangan
agama yang sudah cenderung menjadi
alat politis dan sumber konflik antar
bangsa dan peradaban. Ilmu pengetahuan
dan teknologi yang selama ini disimpan
mulai diajarkan secara lebih luas.
Kita mengenal tokoh-tokoh seperti
Leonardo Da Vinci, Dante Alegheri,
Copernicus, Galio Galilae, Bruno,
Leibniz, Honore de Balzac, Descartes,
Charles Darwin bahkan sampai ke Albert Einstein
T.S. Elliot, dan Carl Gustave Jung adalah
tokoh-tokoh ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni modern yang
berhubungan -- kalau tidak bisa dikatakan
dididik -- oleh kelompok-kelompok Esoteris
ini. Tetapi, sejarah ironik kembali
berkembang, kebudayaan dunia saat ini
menjadi sangat materialistis. Ilmu
pengetahuan dan teknologi yang
seharusnya digunakan untuk
"menyamankan" kehidupan sehari-hari
manusia, sehingga manusia punya lebih
banyak waktu untuk mengembangkan
potensi spiritualitas di dalam dirinya,
justru menjadi sumber pertikaian dan
alat politik. Konflik terjadi di mana-mana.
Ribuan senjata nuklir yang kekuatannya
1000 kali lebih kuat dari bom yang dijatuhkan
di Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945,
kini ada di bumi, dan dalam hitungan
detik siap meluluhlantakkan spesies
di bumi. Belum lagi eksploitasi secara
membabi buta terhadap alam yang
menyebabkan kerusakan lingkungan
dan pemanasan global di mana-mana.
Menurut para ahli, hutan di bumi saat ini
dalam jangka seratus tahun telah berkurang
secara drastis tinggal 15%. Ini punya dampak
pada peningkatan efek rumah kaca yang
menimbulkan pemanasan global, diperkirakan
kalau manusia tidak secara bijak bertindak
mengatasi kerusakan lingkungan ini, maka 30
sampai 50 tahun lagi, sebagian besar kota-kota
di dunia akan tenggelam, termasuk New York
City, Tokyo, Rio De Jenero, dan Jakarta.
Dan sejarah tenggelamnya negeri Atlantis
akan terulang kembali.

Jaman ini adalah jaman penentuan
bagi kebudayaan "Lemuria" atau "Atlantis"
yang ada di bumi. Pada saat ini dua
akar konflik, yaitu "agama" dan "materialisme"
telah bersekutu dan saling memanfaatkan
satu sama lain serta menyebarkan konflik
di muka bumi. Agama menjadi cenderung
dogmatik, formalistik, fanatik, dan anti-human
persis seperti perkembangan agama di Eropa
dan timur tengah sebelum masa Aufklarung.
Esensi agama, yaitu spiritualitas yang
bertujuan untuk mengembangkan Kesadaran
dan Kasih dalam diri manusia, malah dihujat
sebagai ajaran sesat, bid'ah, syirik, dll.
Agama justru bersekutu kembali dengan
pusat-pusat kekuasaan politik, terbukti
pada saat ini begitu banyak "partai-partai agama"
yang berkuasa di berbagai negara, baik di negara
berkembang maupun di negara maju. Di sisi lain
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang berlandaskan pada paham materialisme
juga sudah terlanjur menguasai dunia.
Persekutuan antara kaum agama dan materialisme,
atau "agama-materialistik" ini mulai menggejala
di mana-mana, berwujud dalam bentuk-bentuk
teror yang mengancam dunia.

Sudah saatnya, para spiritualis di "Lemuria"
mulai bersatu kembali. Segala pertikaian
remeh temeh tentang materialisme-spiritualistik
atau spiritualisme-materialistik harus diselesaikan
sekarang. Tugas yang sangat penting tengah
menanti, bukan tugas prophetik, tetapi tugas
yang benar-benar menyangkut keberlangsungan
eksisteksi seluruh spesies di "Lemuria", di bumi
yang amat indah ini. Tugas ini tidak bisa
dikerjakan oleh satu dua orang Buddha atau Nabi
atau Wali atau Resi atau Avatar seperti pada
masa lalu. Tetapi, seluruh "manusia-biasa"
juga harus terlibat di dalam tugas ini.
Jika hipotesis Prof. Santos memang benar,
bahwa Atlantis pada masa lalu itu berada
di Indonesia, maka hal itu berarti kita yang
tinggal di sini punya tugas (karma) yang
penting. Ini bukan suatu kebetulan. Kita
yang tinggal di Indonesia harus bangkit kembali,
bangkit Kesadarannya, bangkit Kasihnya,
bangkit Sains dan Teknologinya untuk mengubah
jalannya sejarah Lemuria yang selama ini
sudah salah arah. Kejayaan masa lalu
bukan hanya untuk dikenang, atau dibanggakan,
tetapi harus menjadi "energi-penggerak" kita
untuk mengambil tanggung jawab dan tugas
demi kejayaan Indonesia dan keberlanjutan
peradaban Lemuria beserta seluruh spesies
yang ada di bumi ini. Seperti kata Bapak
Anand Krishna, dalam bukunya yang
bertajuk Indonesia Jaya, "Masa depanmu
jauh lebih indah dan jaya daripada
masa lalumu, wahai putra-putri Indonesia!"

Indonesia Bangkit! Lemuria Jaya!

Tuesday, February 10, 2009

MARI BELI PRODUK DALAM NEGRI

Akhirnya pemerintah mengeluarkan peraturan yang sudah lama ditunggu-tunggu produsen produk lokal,pekan lalu menperindag mengeluarkan Peraturan menperindag nomor 56 tahun 2008 yang mengatur import produk-produk tertentu.Peraturan ini bertujuan melindungi industri lokal dari serbuan produk2 cina yang dijual dengan harga murah tanpa memperhaikan keselamatan pemakainya.Salut pada pemerintah atas kebijakan ini.
Semoga dengan batasan ini,produk sayur dan buah,elekronik,garmen kita kembali berjaya dinegri sendiri.Semoga etalase supermarket kembali diisi dengan jeruk medan,apel malang.semoga pasar elektronik glodok kembali didominasi produk2 polytron.Dengan meningkattnya pembelian produk2 lokal,akan memacu produsen lokal untuk meningkatkan mutu produknya.

Thursday, January 15, 2009

Pahlawan devisa,nasibmu selalu

Kemiskinan selalu menjadi alasan dari para tenaga wanita indonesia untuk nekat bekerja diluar negri,dengan segala keterbatasan mereka dikirim kenegara yang jauh,yang sangat berbeda budaya dan karakter masyarakatnya dengan kita.
Semoga tulisan ini sedikit memberi pencerahan bagi kita.
Dengan aalasan kemiskinan pula 2 orang TKW kita ini yaitu noora dan dedelina nekat meninggalkan suami dan anak-anak mereka ikut menjadi tenaga babu dinegri para sheikh kuwait.Mereka dikirim tanpa bekal keterampilan dan bahasa yang memadai,sesampai dikuwait mereka langsung dijemput calon majikan mereka dan langsung bekerja dirumah-rumah mereka.Bekerja non stop 7 hari seminggu dengan jam kerja yang tidak bisa kita bayangkan.Hari hari dilalui dengan hardikan dan makian plus kontak fisik,belum lagi pelecehan seksual yang sangat rentan terjadi.
Seperti yang dituturkan noora tkw asal subang ini,dia sering disiksa majikan perempuannya kalau ada pekerjaannya yang tidak memuaskan kehendak majikan,puncaknya 6 bulan lalu lehernya dipelintir dengan keras sehingga dia tidak bisa menggerakan leher sampai sekarang,dia terpaksa kabur dari majikan untuk menghindari siksaan lebih lanjut.Baru-baru ini dia kedokter untuk memeriksa penyakitnya,dan ternyata pelintiran majikannya yang bak atlit wresling ini menyebabkan tulang lehernya patah,malang nian nasib noora.
Lain lagi nasib dedelina asal cianjur,dirumah majikan selalu digoda suami majikan,sehingga si istri cemburu berat dan jadi ringan tangan,tak tahan jadi sasaran pukul dede pun lompat lewat jendela dari lantai 1,tapi malang dia cedera,untung ada temannya dari filipina yang menolong dan merawatnya dirumah dia.3 bulan dirawat teman ternyata dedelina masih tidak mampu berjalan atau lumpuh.Akhirnya dia dibawa ke kbri untuk mendapatkan pertolongan,3 bulan juga dia di kbri tidak juga dibawa kerumahsakit,cuma diobati ala kadarnya.Setelah ada fihak yang mendesak untuk dibawa ke rumahsakit,akhirnya tkw kita ini dipertemukan dengan dokter untuk kali pertama.Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata dede lumpuh disebabkan beberapa tulang belakangnya patah dan syaraf2nya terganggu sehingga membutuhkan operasi segera.Coba dede dibawa dari dulu pasti dia tidak semenderita seperti sekarang.
#Pengiriman tkw harus ditinjau ulang karna rentan tindak kekerasan
#Kalau seorang wanita mau bepergian kenegara arab,mereka selalu mewajibkan wanita tersebut beserta muhrimnya,tapi untuk kasus tkw,para ulama arab nampaknya plin plan,seorang wanita tanpa muhrim boleh tinggal bersama orang2 bukan muhrimnya.
#TKW itu manusia bebas,bukan budak yang boleh dipukul dan digauli majikannya

Thursday, December 25, 2008

Selamatkan devisa negara dengan tepung MOCAL

Saat ini 100%tepung terigu yang ada di indonesia adalah hasil import,bisa dibayangkan berapa devisa negara tersedot terigu saja.Mulai dari mie,kue basah dan kering pasti memakai terigu,padahal petani kita tidak ada yg menanam gandum.

Padahal tepung terigu bisa diganti/dikurangi penggunaanya dengan tepung singkong yang sudah dimodifikasi/mocal(Modified Cassava Flour )berbahan dasar tepung sinkong yang melimpah di indonesia.
Pembudidayaan dan industri tepung mocal ini sederhana dan murah.juga bersifat industri padat karya yang bisa mengurangi angka pengangguran.
Jadi ingat dengan salah satu petinggi partai politik yang bilang sudah puluhan tahun tidak makan makanan berbahan gandum karna ingin mencintai produk dalam negri.Seandainya saja pernyataanya ini dibarengi dengan tindakan membuka industri tepung mocal di daerah2,pasti akan berdampak lebih besar kemasyarakat pedesaan.

*tunjukan nasionalisme kita dengan membeli produksi dalam negri
*kemaren jalan2 ke mall nyari jaket,dari sekian banyak produk ketemu satu made in indonesia,bangga sekali dapat membelinya karna mutunya sangat bagus.

Wednesday, December 24, 2008

Obama in Manila

beruntung sekali anak bandung ini,punya wajah mirip obama.sampai dikontrak perusahaan farmasi filipina jadi bintang iklan.
lucu sekali ini iklan,arroyo diperankan seorang banci hehe

Friday, November 28, 2008

Kemiskinan di Indonesia: Kutukan Allah atau Karena Ulah Manusia?

Sungguh sangat mudah bagi seorang pejabat untuk mengatakan, “ikhlas, sabar…” rakyat memang mesti ikhlas, harus sabar. Bagaimana dengan para pejabat?


Persilahkan seorang wakil rakyat yang mewakili rakyat berdiri bersama rakyat yang memilihnya – apakah ia mewakili kemiskinan, kemelaratan dan kekurangan juga? Lihat penampilan wakil rakyat dan lihatlah penampilan rakyat yang memilihnya?

Apa yang mesti diikhlaskan, apa yang mesti ditanggapi dengan sabar?

Kemiskinan di Indonesia bukanlah kutukan Allah, sehingga rakyat mesti berdoa bersama setiap kali ada bencana, musibah, atau apa saja.

Kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh mismanagement yang terjadi. Bangsa yang memiliki sumber alam yang berlimpah- masih harus menjadi jongos di negerinya sendiri- sungguh sangat ironis, tragis.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, lihat apa yang terjadi:

1. Banyak aset Negara sudah berpindah tangan menjadi milik Negara asing. Tidak hanya yang kurang menguntungkan, tetapi juga yang sangat menguntungkan - bahkan memiliki prospek yang luar biasa.

2. Telekomunikasi adalah bidang yang sangat prospektif – saat ini hampir seluruh sektor dikuasi entah oleh Singapura, atau oleh Malaysia. Bahkan, pemain baru Saudi pun sudah ada. Begitu juga dengan sektor perbankan.

3. Para pengusaha kita lebih suka jadi calo dan jual ijin – daripada mengelola perusahaan.

4. Industri kita dihancurkan oleh para pengusaha dari luar, yang saat ini malah memasuki sektor ritel.

5. Dari pakaian, bolam lampu, hingga sayur-mayur pun diimpor.

6. Raksaksa Cina dibiarkan menghancurkan seluruh infrastruktur industri lokal dengan diperbolehkan mengekspor apa saja, termasuk sayur-mayur dengan harga dumping. Ini jelas-jelas dapat dikategorikan sebagai unfair trade.

7. Para politisi selama 2 tahun terakhir ini sudah memikirkan pemilu 2009. Kesejaterahan rakyat sudah tidak terpikir sama sekali.

8. Para pejabat yang jelas-jelas korup, perusahaan milik keluarganya tidak berjalan dengan baik sebelum mereka menjadi pejabat dan kemudian tiba-tiba berkat “lampu wasiat aladin jabatan” menjadi sehat – dibiarkan tetap berada dalam kabinet. Padahal, ulahnya sudah jelas-jelal menyusahkan banyak orang.

9. Wakil rakyat lebih suka mengurusi dan membicarakan RUU yang tidak berguna, daripada memikirkan nasib Negara dan keutuhan wilayahyang sudah terancam oleh ulah bupati yang menggolkan perda-perda yang tidak sesuai dengan Pancasila.

Kenapa ini terjadi?

Korupsi, Kolusi, Nepotisme – semuanya terjadi karena satu alasan:

Kita sudah tidak lagi memiliki hubungan batin dengan Ibu Pertiwi

Maka kita pun membiarkan Bunda Pertiwi diperkosa berulangkali – di depan mata kepala kita sendiri. Perhiasannya dilucuti, harta bendanya dicuri. Kita berdiri diam.

Sebab itu, kita ingin memerangi Kemiskinan, maka mau-tak-mau mesti memulainya dengan menghubungkan kembali diri kita dengan Bunda Pertiwi:

1. Negara bukanlah Tanah-Air saja – tetapi adalah Ibu kita. Hubungan kita dengan negeri ini mesti didasari oleh ikatan batin. Setiap anak bangsa mesti mencintai negeri ini sebagaimana ia mencintai ibu kandungnya sendiri. Bahkan lebih dari itu, karena Bunda Pertiwi adalah Bunda Agung yang memberi kehidupan kepada seluruh bangsa.

2. Sistem Pendidikan kita mesti diperbaiki, sehingga dapat menghasilkan anak-anak yang tahan banting dan tidak malas-malasan. Para pejabat yang berkuasa saat ini adalah hasil dari sistem pendidikan yang keliru yang lebih banyak memikirkan kulit luar agama, dari pada keagamaan. Adalah tidak cukup bila seseorang beribadah secara teratur, kepedulian dia terhadap sesama adalah tolak ukur keagamaannya.

3. Koperasi mesti dihidupkan kembali. Kita tidak membutuhkan corporations, tetapi co-operation untuk itu, instansi yang terkait harus menyelenggarakan kursus-kursus untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia kita.

4. Demokrasi memang tidak bisa ditawar lagi. Kendati demikian, Integrasi Negara mesti berada di atas segala agenda yang lain. Apa arti demokrasi, bila integrasi Negara terancam? Otak para teroris masih berkeliaran bebas, berkat siapapun jua, adalah bukti nyata akan ketidakberhasilan demokrasi. Demokrasi yang tidak bertanggung jawab adalah bencana bagi Negara.

5. Landasan Negara, Pembukaan UUD ’45 dan Motto Negara, Bhinneka Tunggal Ika – Mesti dinyatakan FINAL. Dan tidak boleh di gugat-gugat lagi oleh siapapun jua. Sehingga, ketertiban dan keamanan Negara terjamin dan bisa menarik lebih banyak investor dari luar.

6. Kementrian yang sudah uzur dan tidak berguna, malah merepotkan, seperti Departemen Agama mesti dibubarkan. Urusan Haji ditangani oleh komisi dibawah Deplu. Ini akan menghemat anggaran Negara.

7. KTP kita dibebaskan dari beban Kolom Agama,akui agama2 asli indonesia