Saturday, March 31, 2007

Kembali ke Laptop

Pada suatu ketika, seorang petinggi dari negeri antah berantah mendapati laptopnya tergelatak jatuh di lantai. Ia sedikit bingung, karena PDA, Handphone 3G, Ipod Nano, Ipod Video dan gadget-gadget lainnya masih tertata rapih di atas meja.

Ia pun tak jadi soal. Karena uangnya banyak, ia pun memanggil sekretarisnya untuk mengumpulkan jendral-jendral terbaiknya di dunia IT. Saat itu ada 3 orang yang terpilih, Smith, Hiroto, dan Bejo. Satu-satu di persilahkan masuk ke ruangannya.

Giliran pertama jatuh kepada Smith. Ia masuk, dan duduk.

"Panglima butuh laptop baru. Berapa yang kamu butuhkan untuk mengganti laptop sang panglima yang sekarang sudah rusak, dan sebutkan perinciannya" Kata sekretaris itu.
"10 juta saja ibu sekretaris. Karena setahu saya, panglima hanya menggunakan laptop untuk chatting dan ngeblog. Harga leptop 9 juta, 500 ribu untuk biaya kirim 1 hari sampai, dan 500 ribu lagi untuk keuntungan saya" begitu kata Smith.

Giliran kedua jatuh kepada Hiroto. Ia masuk dan duduk. Sebelum masuk, tidak lupa ia membungkuk seperti gaya orang-orang asia di bagian timur.

"Panglima butuh laptop baru. Berapa yang kamu butuhkan untuk mengganti laptop sang panglima yang sekarang sudah rusak, dan sebutkan perinciannya" sekretaris itupun mengajukan pertanyaan yang sama.
"15 juta ibu sekretaris. Karena orang seperti panglima harus mendapatkan barang-barang berkualitas. Dengan laptop semahal itu, ia juga bisa mendesain blognya bahkan bisa menyaingi desainer-desainer web ternama di jagat internet. 15 juta itu terdiri dari 13 juta untuk laptop, 1 juta untuk biaya pengiriman tercepat, dan 1 juta lagi untuk keuntungan saya" begitu kata si Hiroto.

Giliran terakhir jatuh kepada Bejo. Sebelum masuk, tampak ia mengetokkan pintu terlebih dahulu.

"Ono opo to bu? Saya kok dipanggil gini?" Kata si Bejo dengan logat khasnya.
"Gini toh jo. Panglima butuh laptop baru. Berapa yang kamu butuhkan untuk mengganti laptop sang panglima yang sekarang sudah rusak, dan sebutkan perinciannya" Sekretaris itupun mengajukan pertanyaan yang sama.
"Loh, memang si Smith karo si Hiroto piye bu?" Tanya si Bejo.
"Smith minta 10 juta, si Hiroto minta 15 juta" kata si sekretaris.
"Kalau begitu saya minta 21,5 juta bu" Kata si bejo dengan semangatnya.
"Loh, kok larang 'men toh (kok mahal sekali sih)?" Kata si sekretaris yang ternyata bisa mengikuti logat si Bejo.
"Gini bu, yang 3,5 juta buat ibu, 3 juta buat saya, dan 15 juta lagi, suruh si Hiroto yang beli" jawab si Bejo tanpa rasa bersalah

1 comment:

Hannie said...

wekekekekk!!!
selaluuuuu aja endingnya gini. hihihi...