Saturday, July 21, 2007

Bagaimana mempromosikan wisata sumbar

Kapanlagi.com - Dua orang kru program siaran LAPTOP SI UNYIL tayangan stasiun televisi nasional Trans 7 merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan, setelah diperas sejumlah oknum warga di objek wisata Jembatan Akar, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar. "Kami dimintai uang secara paksa, karena memakai lokasi untuk syuting dan bayaran bagi anak-anak yang menjadi figuran pada segmen pengambilan gambar program LAPTOP SI UNYIL di objek wisata itu," kata Kameramen Trans 7, Ferry Rizky didampingi reporter Dian di Padang, Rabu (18/7).
Perlakuan tidak mengenakan itu terjadi, saat pengambilan gambar di objek wisata alam Jembatan Akar, Selasa (17/7), dan program tersebut akan disiarkan Trans 7, sebagai segmen tayangan anak-anak. Padahal dari tayangan tersebut objek wisata Jembatan Akar otomatis mendapat promosi ke tingkat nasional dan semakin dikenal wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

kalau kita perhatikan dunia pariwisata di sumbar memang kurang bergairah,disamping kurangnya minat wisatawan lokal mengunjungi objek wisata didaerah ini.apalagi wisatawan daerah lain.Kalaupun ada wisatawan dari daerah lain yang datang kebanyakan dari mereka kecewa setelah sampai ke sumbar,ada yang mengeluh tidak adanya fasilitas umum yang memadai,objek yang tidak terurus dan juga ada komplain adanya pemalakan dari penduduk lokal.
pengalaman saya waktu masih di padang,duduk setengah jam saja di pantai padang,paling tidak anda akan disamperin 5 orang "pengamen"yang asal2an saja mainin gitar,memaksa anda untuk memberikan sejumlah uang.Dimanakah letak keramahan kita sbagai penduduk lokal?kalau pengunjung nyaman,mereka akan betah dan akan kembali lagi.Kalau dengan tindakan2 seperti ini bagaimana pariwisata kita akan maju?
perlunya peran serta dari tokoh masyarakat dan pemuda untuk memberi pemahaman pada pada penduduk lokal untuk memperhatikan masalah ini.

1 comment:

Okto Jumadhani, SE said...

salam kenal,
memang begitulah keadaannya pariwisata di ranah minang. alam memberikan yang terbaik, tapi tidak ditunjang oleh pemeliharaan dan perawatannya serta kurangnya keramah tamahan dari penduduk sekitar.